Reward / Risk Ratio

Nilai minimal untuk Reward/Risk Ratio (RR Ratio) adalah 3, bila kurang dari 3 sangat tidak disarankan untuk trading karena Risk yang ada terlampau besar dibanding reward yang akan didapat.

Untuk perhitungannya sebagai berikut :
1. Tentukan terlebih dahulu Resistance atau Peak
2. Tentukan Support atau Trough
3. Tentukan Harga Close

Reward = Peak – Close
Risk = Close – Trough
RR Ratio = Reward / Risk

contohnya IHSG 20 Feb 09 :
Peak = 1360.94
Trough = 1302.04
Close = 1296.94

RR Ratio = (1360.94-1296.94) / (1296.94-1302.04)
RR Ratio = -12.55

ihsg-20-feb-091
explore1

Kok minus ya hasilnya? lha nilai Close > Trough.
Cara cepat menghitung ? pake computer pak jadi gak perlu menghitung manual : )

Kalau dilihat2 IHSG kok suram sekali ya…
Harga Close sudah menembus garis Trough dan Stop Loss saya, Bollinger Bands membentuk Neck atau Squeeze, Volumenya kecil bangett….

BR

Kosegu

Advertisements

Peluang Investasi di Tahun 2009

Tak terasa tahun 2008 hampir berakhir. Ada beberapa program yang berjalan sesuai harapan, namun ada juga yang meleset dari target. Krisis keuangan global yang dipicu oleh kasus subprime mortgage barangkali hampir tak pernah terlintas dari pikiran kita semua. Apa mau dikata, gelombang krisis melanda hampir seluruh penjuru dunia. Banyak yang gugur berjatuhan tapi tak sedikit juga yang bisa memanfaatkan momentum untuk meraih keuntungan.

Di Amerika, sesaat lagi Barack Obama akan dilantik menjadi presiden. Beliau memang sosok yang dicintai terutama dari sisi perdamaian, persamaan hak, dan antiperang. Namun bukan berarti hal yang mudah untuk memperbaiki perekonomian Amerika yang telanjur carut marut. Sementara di Indonesia, pemilihan umum hanya tinggal menghitung hari. Orang bilang Indonesia sudah jauh lebih mantap dan dewasa dalam hal demokrasi. Ada yang bilang tahun 2009-2010 mungkin akan menjadi titik terparah resesi ini.

Lalu, strategi investasi apa yang manjur untuk tahun depan?

Ubah Mindset Anda
Kekayaan, sekali lagi, bukan soal seberapa besar penghasilan Anda—-melainkan seberapa besar Anda bisa menabung dan menyisihkannya untuk berinvestasi. Seseorang dengan gaji Rp 10 juta dengan pengeluaran Rp 9 juta per bulan tak lebih baik dari mereka yang bergaji hanya Rp 3 juta tapi bisa menyisihkan Rp 1,5 juta per bulannya untuk berinvestasi. Karenanya, sebelum merencanakan investasi Anda di tahun 2009, cek kembali cashflow Anda tiap bulannya.

Tentu saja ada banyak yang bisa dihemat demi menambah pundi investasi Anda. Salah satunya adalah kurangi konsumsi dan belanja kartu kredit (yang berbunga sangat tinggi). Saya misalnya, lebih suka membayar tunai daripada secara gesek karena ada rasa “sayang” ketika harus mengeluarkan uang. Hal ini bisa membuat saya lebih hati-hati ketika berbelanja. Di sisi lain, Anda juga perlu menyisihkan sebagian dana untuk cadangan (emergency fund) di tempat yang aman dan likuid. Tentu kita tidak mengharapkan hal buruk terjadi, namun tidak ada salahnya sedia payung sebelum hujan.

Kencangkan Ikat Pinggang
Di Amerika sedang ngetren One Dollar Diet Project, tentang sepasang guru sekolah yang mencoba untuk hidup (makan) hanya dengan US$1 per hari. Beritanya sudah dimuat di media terkemuka seperti New York Times dan majalah People hingga ditayangkan di Fox dan Oprah Winfrey show. Ide ini menarik karena ternyata menghabiskan uang lebih sedikit tidak selalu berarti mengorbankan citarasa dan kesehatan sebuah menu.

Sekitar 200 tahun lalu Benjamin Franklin berujar, “If you would be wealthy, think of saving as well as getting.” When you earn a dollar, try to save a minimum of 20 cents—-barangkali itulah salah satu nasihat terbaik untuk meraih kebebasan finansial. Sederhana diucapkan tapi tak pernah mudah dipraktekkan. Mengabaikan ponsel baru yang gencar diiklankan atau teman yang pamer gonta-ganti kendaraan, jelas bukan pekerjaan yang gampang. Itulah mengapa persentase orang kaya jauh lebih kecil daripada mereka yang biasa-biasa saja.

Lebih Rasional
Tahun 2009 nanti selayaknya dimulai dengan perencanaan keuangan yang lebih hati-hati. Program di tahun ini yang terbukti sukses, bisa terus dilanjutkan. Tentu ada baiknya untuk tidak melulu fokus pada jangka pendek, tetapi lebih diarahkan untuk jangka panjang. Leonardo da Vinci bilang, “Simplicity is the ultimate sophistication.” Saya rasa hal ini berlaku juga di bidang investasi. Sederhanakan segalanya sehingga mudah bagi Anda untuk mengendalikannya karena semua masih berada dalam jangkauan.

Mulai saat ini Anda juga harus lebih peduli terhadap hal-hal remeh yang sering terlupakan. Misalnya, kalau Anda berinvestasi dalam reksadana, perhatikan baik-baik operating expenses, komisi penjualan, turnover costs yang tersembunyi, hingga soal pajak. Kalau Anda berinvestasi dalam saham, ada baiknya untuk memperhatikan tingkat turnover Anda termasuk komisi broker dan pajak (capital gain) yang harus dibayar. Siapa tahu masih ada banyak pos-pos yang sebetulnya bisa Anda perbaiki lagi.

Lebih Hati-hati
Situasi krisis di satu sisi membuat orang jadi buta dan kalap—-peluang apapun langsung disambar. Di sisi lain, greed ini seringkali dimanfaatkan oleh sebagian orang yang oportunis dan mencoba mengambil kesempatan. Saya berani bertaruh bahwa tahun depan pasti lebih banyak lagi berita-berita tentang penipuan berkedok investasi dan sejenisnya. Oleh karenanya, berhati-hatilah sebelum Anda menempatkan investasi Anda.

Jangan malas untuk membaca prospektus suatu investasi atau mencari informasi yang diperlukan bila ada hal-hal yang Anda kurang paham. Hal ini memang melelahkan (dan membosankan). Tapi percayalah, jauh lebih baik menghabiskan sedikit waktu untuk belajar daripada kehilangan uang gara-gara kecerobohan Anda sendiri. Lagipula, belajar sesuatu yang baru (seperti soal investasi dan keuangan) tak pernah ada ruginya, bukan?

Saham, Obligasi, Reksadana?
Kemana harus menaruh dana di tahun 2009? Ini jelas bukan pertanyaan mudah. Deposito masih dijamin pemerintah (LPS) hanya sebesar suku bunga 10%. Artinya, deposito hanya tempat untuk memarkir uang sementara, bukan untuk mengharap return. Kalau Anda tertarik, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) juga boleh dilirik. Return yang ditawarkan mungkin hanya berkisar 12-14% namun risiko gagal bayarnya (nyaris) tidak ada. Namun return sebesar itu bagi sebagian orang kurang menarik karena belum mengkompensasi risiko inflasi.

Pilihan saya (disclaimer) ada di saham. Saat ini banyak emiten bagus yang harga sahamnya terdiskon cukup lumayan. Ada beberapa jagoan sektor perbankan, infrastruktur, consumer goods, manufaktur, dan telekomunikasi yang bisa dilirik. Kalau Anda punya amunisi lebih, tak ada salahnya mengambil saham-saham berbasis komoditas untuk jangka panjang selagi harganya masih relatif murah. Kalau diparingi (diberi) rejeki berlebih, saya ingin masuk ke properti di tahun depan.

Diversifikasi (Lagi)
Aturannya sederhana: makin “soft” suatu aset, maka akan makin mudah harganya dipermainkan; begitu juga sebaliknya. Inilah yang terjadi saat ini. Harga saham bisa diputarbalikkan dengan mudah, kurs mata uang naik turun seenaknya sendiri, reksadana dibanting harganya hingga tak lebih dari separonya. Di tengah situasi yang tak menentu, ada baiknya Anda mendiversifikasikan sebagian kekayaan Anda dalam bentuk hard asset seperti tanah (properti), logam mulia, atau barang-barang koleksi.

Jaman serba susah seperti ini juga bukan berarti haram bila Anda tertarik untuk terjun ke bisnis (sektor riil). Risiko tentu saja ada, namun bisa diminimalkan dengan masuk ke sektor-sektor usaha yang kebal krisis seperti makanan atau kelontong misalnya. Keuntungan lainnya, bank-bank sedang menurunkan suku bunga kreditnya. Ini bisa jadi kesempatan bagus untuk mendapatkan pinjaman produktif yang berbiaya (relatif) rendah.

Sound Financial Lifestyle
John Bogle, pakar investasi terkemuka, berpesan, “Choose a sound financial lifestyle. Start early and invest regularly. Know what you’re buying. Preserve your buying power. Keep costs and taxes low. Diversify your portfolio.” Investor yang mengikuti nasihat tersebut terbukti bisa mendapatkan return yang lumayan kendati situasi pasar begitu turbulen. Kebiasaan-kebiasaan kecil semacam itulah yang kelak akan menyumbang kesuksesan investasi kita.

Lagi-lagi, investasi membutuhkan perencanaan yang matang, komitmen yang kuat, kesabaran, serta wawasan yang berorientasi jangka panjang. Tapi itu semua juga belum tentu menjamin kesuksesan investasi Anda. Yang bisa kita perbuat hanya berencana dan berusaha sebaik kita mampu sembari tetap rendah hati dan bijak dalam melangkah. Selebihnya, serahkan pada yang di atas. Dan jangan lupa, dermakan sebagian keuntungan investasi Anda bagi mereka yang membutuhkan.

Salam dan semoga sukses!

Sumber :
http://nofieiman.com/2008/12/peluang-investasi-di-tahun-2009/

IHSG Breakout di TopBox

Menurut Dow Teori sebuah trend telah berganti dari Bearish menjadi Bullish bila LH telah tembus, dan arah harga berikutnya akan membentuk pola HH – HL. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Dow teori bisa dibaca link berikut HH – HL.

Hasil Scanning dengan darvas box, untuk pertama kalinya IHSG berhasil menembus LH-nya dan ini mengindikasikan akan adanya pembalikan arah. Namun breakout ini harus di tes terlebih dahulu, apakah breakout ini akan mengindikasikan penguatan trend menuju bullish atau akan berbalik arah. Untuk mengetahui hal ini hanya waktu yang dapat mengjawab :).

Berikut ini hasil scanning dengan Darvas Box :
darvas1

Dan Berikut ini contoh chart untuk saham-saham yang breakout di topbox & MA Golden cross
darvas-box

Tes Indikator baru…

Ane baru membuat indikator baru (REVA), yang ide pembuatannya berasal dari salah seorang teman trader. Mudah-mudahan indikator ini mirip seperti yang dibuat oleh beliau. Tujuan dari indikator ini adalah berusaha untuk masuk ke pasar yang akan trending sedini mungkin. Mungkin hal ini sejalan dengan prinsip trading Jim Wyckoff

Spot price trends early, and then ride them. Big profits in markets come from determining price trends early — including identifying “breakouts” from sideways trading ranges, which tend to occur as a market is just beginning a significant trending price move (Jim Wyckoff)

Sebagai contoh ane menggunakan contoh grafik SMGR.

smgr-041208

IHSG 4 Nov 08

ihsg-4-nov-08
IHSG telah menembus 2 resistance-nya yaitu :
1. MA10
2. Garis Fibo 61.8% di harga 1316
Candle stick secara psikologi menunjukan keragu-raguan. Bila resistance EMA30 dapat ditembus dan IHSG mampu naik menuju garis trend MACD yang menjadi resistance, besar kemungkinan IHSG akan terus rally hingga menuju garis fibo 50% di harga 1606

Berikut ini hasil Scanning MACD Optimasi (masih sejak 27 Oct – 4 Nov 08)
macd-scanning-4-nov-08

Saatnya Berubah

Sudah berapa besar Asset yang Anda kumpulkan?

Dalam suatu perjalanan tugas memberikan suatu pelatihan menjelang pensiun di salah satu perusahaan besar di Indonesia, ada celetukan bagus yang saya dapat dari peserta.”Pak Eko, di sini pernah terjadi seorang yang pensiun, sampai hari terakhirnya di kantor tidak tahu mau kemana barang-barangnya harus dikirim”. Ternyata di perusahaan tersebut berlaku aturan bahwa di saat pensiun si karyawan diberikan hak untuk membawa serta barang-barang yang telah dimilikinya selama ini ke tempat dia akan pensiun kelak. Dan parahnya beberapa karyawan sampai saat pensiunnya tiba tidak juga memiliki tempat tinggal di saat pensiun. Tragis….

Mengumpulkan harta memang penting. Tapi mempergunakannya dengan baik, itu jauh lebih penting. Banyak orang bisa mencari tapi tidak bisa mempergunakan.Akibatnya harta yang diperolehnya hanya habis untuk membayar kebutuhan saat ini atau bahkan kebutuhan masa lalu. Padahal harus diakui kita bukan hanya hidup saat ini tapi juga masa depan. Belum lagi bila kita membicarakan tentang anggota keluarga, maka makin komplekslah masalah keuangan tersebut.

Investasi merupakan salah satu cara mempergunakan harta kita dengan benar. Namun harus diakui juga, benar belum tentu tepat. Sebab banyak orang melakukan investasi tapi dia tidak menjadi kaya. Dan banyak orang melakukan investasi, tapi tidak memberikan hasil. Investasi yang benar adalah bila investasi tersebut bisa menambah kekayaan yang telah kita miliki. Dan investasi tersebut harus dilakukan dengan tepat karena bagaimanapun semua tindakan pasti memiliki risiko. Untuk itu pilih cara dan tempat untuk berinvestasi yang benar agar tidak gagal dan sia-sia.

Saatnya kita berubah. Berpikir ke depan dan bukan hanya sekedar mencari. Kembangkan dengan tepat kekayaan yang kita miliki agar tidak terlambat baru menyadari bahwa waktu kita sudah habis.

Penulis : Eko Endarto
Source : http://www.portalreksadana.com/node/211

IHSG 31 Okt 08

Dari chart di atas dapat diketahui :

1. MACD optimasi telah golden cross

2. Volume transaksi 5, 20 dan 60 hari menunjukan uptrend

3. Minor trend sudah menunjukan Uptrend, namun secara major trend masih Long bearish

Secara garis besar IHSG masih dalam keadan Long Bearish dan sudah beberapa kali membentuk pola LL-LH, dan tampaknya pola LL-LH yang baru sedang dicoba untuk dibentuk. Dalam kondisi Long bearish saat ini kenaikan yang terjadi masih sangat terbatas dan tidak menutup kemungkinan akan terus terjun bebas. 

Agar terjadi pembalikan arah yang kuat dibutuhkan kondisi fundamental yang bagus yaitu Inflasi, Suku Bunga, nilai tukar uang kembali normal. Bila hal ini dapat terjadi maka dapat memberikan angin segar kepada para investor untuk kembali menginvestkan dananya.

 

Hasil MACD Scanning pada Watch List (26 Okt 08 – 31 Okt 08)

Sinyal Buy pada hasil scanning tersebut hanya sebagai sinyal awal dan masih harus di buktikan apakah sinyal kenaikan ini akan terus bertahan dan tidak berbalik arah. Untuk moment saat ini bisa saja dimanfaatkan oleh para trader intraday untuk memperoleh profit, tapi bagi kita-kita ini yang tidak mempunyai banyak waktu untuk mengamati pergerakan harga saham lebih baik sedikit bersabar lagi pula lebih dapat membuat hati tenang dan dapat lebih wise dalam memberikan keputusan beli atau jual.

Selamat trading.